Berita Seputar Kabupaten Deiyai

Gubernur Harapkan Tol Laut Bisa Kurangi Tingkat Kemahalan Barang Di Papua

Pembangunan dan Pertambangan | | 21 Nov 2014 04:33 | Dilihat: 121 kali

DEIYAI - Provinsi Papua menyambut baik rencana Pemerintah Pusat dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Yusuf Kalla yang hendak membangun tol laut melalui Kementrian Kemaritiman.

Hal itu dikatakan Gubernur Papua Lukas Enembe, di Hotel Horison – Jayapura, Kamis (30/10/2014), Namun Papua akan melihat perkembangannya seperti apa, sebab bila program ini sukses. Maka akan memudahkan wilayah timur Indonesia dalam hal pengangkutan serta meminimalisir tingkat kemahalan harga barang dari luar Papua.

Selama ini kan kita mengandalkan Makasar dan Surabaya, sebagai kawasan tumbuh dan itu hanya terjadi disana saja. Karena akses infrastruktur yang cukup memadai disana. Itu yang membuat di wilayah Koridor VI dalam MP3EI, memang kita tertinggal, akunya.

Dengan adanya tol laut, dirinya yakin akan memberikan  kemudahan juga kepada Papua kalau program ini betul – betul dilaksanakan.

Namun dirinya sendiri mengaku belum mengetahui pengertian tol laut itu seperti apa. Apakah bebas hambatan seperti tol darat ataukah harus singgah dulu di Surabaya – Makasar, atau mulai dari Medan langsung tiba di Perairan Papua. Kita belum mengetahui persis istilah tol laut, selanya.

Akan tetapi intinya Pemprov Papua menyambut baik program baik dan keinginan Presiden Jokowi untuk menghubungkan antar pulau, yang selama ini menjadi hambatan, baik di birokrasi maupun perijinan.

Dengan tol laut ini diharapkan juga termasuk produk – produk yang seharusnya bisa lebih cepat sampai di Papua,  tetapi karena transportasi dan tingkat kemahalan dalam pengangkutan terkadang tidak bisa menikmati itu.

Kemudahan – kemudahan ini yang kita sambut baik. Termasuk arus barang keluar masuk dan ini juga menjadi penting untuk kita. Saya pikir harus ada kesiapan orang Papua sendiri.  Kalau tol laut ini terwujud, tetapi kita belum siap . Padahal Pemerintah dari segi kebijakan dan kemudahan kita sudah siapkan. Akan tetapi kalau pelaku – pelaku ekonomi dan bisnis di Papua belum siap, ya sama saja, tuturnya.

Selain itu juga pada awal tahun 2015, Papua sedang membuat kabel bawah laut/ kabel serat optik. Maka akses informasi akan lebih cepat. Lukas kembali mengatakan, kemudahan ini sudah ada. Akan tetapi kalau di Papua tidak siap, maka orang lain yang akan menikmati akses ini dan bukan orang asli Papua.

Kita akan semakin jauh tertinggal. Ini yang harus kita antisipasi termasuk perdagangan bebas menuju Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015, tukasnya.

Saat ini semua keinginan pemerintah tergantung pelaku bisnis dan masyarakat di Papua. Terus terang di Papua memang rata-rata cara berpikirnya berbeda. Dapat duit hari ini, langsung dihabiskan, tidak ada untuk investasi, itu yang terjadi. Pola – pola ini harus diubah dengan pendidikan dan pelatihan, seperti yang dilakukan di Jawa Timur, tandasnya.

Seperti diketahui, proyek tol laut yang sejak kampanye pemilih­an presiden digadang-gadang Presiden Joko Widodo, dipastikan akan segera direalisasikan. Pemerintah bakal mempercepat realisasi proyek ini, dengan mempercepat semua perizinan yang menyangkut hal tersebut.

 

 

sumber : papuapos.com

Share post :